Sabtu, 27 Desember 2008

Kaleidosa Tahun 2008 (Kaleidoskop Pengakuan Dosa)

Hello hell !! Banyak sekali yang terjadi di tahun ini. Entah baik atau buruk bagi saya, atau tidak berdampak apapun bagi orang lain. Dan yang saya tulis ini adalah yang saya ingat, karena memang memori saya tidak cukup untuk mengingat semua yang terjadi.

1. Di tahun ini makin banyak porsi smoke and drink ! sorry mom and dad, i always lie ! Someday i'll do my confession.
2. Di tahun ini makin banyak ngomong jorok, misuh - misuh, marah - marah ga jelas. Semakin labil saja nampaknya.
3. Di tahun ini makin jarang mandi sore, karena pasti kalo udah langsung ke radio. Males ngapa - ngapain.
4. Di tahun ini budget buat kaos band semakin banyak, gara - gara jomblo ! jadi duit yang biasanya buat pacaran, bisa buat beli kaos.
5. Di tahun ini sifat pelupa/ceroboh semakin parah, sering kehilangan pulpen di kampus atau di kantor (atau jangan2 ada yang klepto ni ??). Kehilangan topi kesayangan yang bertuliskan Life's Bitch!, kehilangan slayer/masker motor merk tripple sick padahal kenang - kenangan dari mantan.
6. Di tahun ini lagi males potong rambut, biar keriting, berantakan, dan acak - acakan ! sorry to my family yang katanya pada ga suka sama rambut ini.
7. Di tahun ini, memutuskan satu hubungan cinta, kemudian ditolak dua wanita.
8. Di tahun ini, makin hari makin malas ngurus si Jupri ! Motor merah yang selalu setia menemaniku tetapi aku ga peduli sama si Jupri. Sorry my bro !

Yeah, that's it !! I things it's enough. Sorry for all it's happen !
But actually, i don't care at all !!

Kamis, 18 Desember 2008

Belajar Membunuh

Hello, entah apa makna tulisan ini. Saya tidak ingin membunuh siapa - siapa. Saya tidak ingin melukai siapapun dan saya tidak ingin melukai apapun. Mungkin saya hanya bergumul dengan pikiran konyol saya tentang kehidupan.Ya saya konyol, dan saya saya konyol.

Mungkin kita pernah berperang dengan perasaan kita sendiri, dimana rasa dan perasaan yang tidak kita inginkan malah tiba - tiba datang dengan sendirinya. Otomatis pikiran itu yang akan menyita segala daya dan otak kita.

Sederhananya :
Saya ingin membunuh rasa rindu ini.
Saya ingin membunuh benci ini.
Saya ingin membunuh dengki dan iri hati.
Saya ingin membunuh !

Saya pernah, membunuh cinta yang ada dalam diri ini. Dan tidak langsung mati sebenarnya karena susah sekali untuk langsung melenyapkan begitu saja. Jadi, pelan - pelan saya belajar membunuh. Ya, membunuh perasaan saya sendiri yang tidak saya inginkan. Saat itu ego saya memang sedang berkuasa. Nona Tria menyarankan untuk berteman dengan perasaan. Jangan dilawan. Ya itu benar, ketika berteman dengan perasaan, perasaan itu akan perlahan disadari dengan sendirinya. Tapi ketika saya benar - benar tidak ingin berteman, saya akan membunuhnya. Karena memang tergantung perasaan bagaimana yang kita rasakan.

Jangan sampai kita terbuai dengan lagu D'Massiv yang judulnya Cinta Ini Membunuhku, sangat ironis. Lebih baik membunuh cinta, ketika cinta itu benar - benar tidak bisa dipertahankan. Dan saat berperang dengan perasaan itu adalah saat yang paling menyenangkan.


Rabu, 10 Desember 2008

Kantor oh kantor


Hello, disini saya lagi pengen nulis tentang keseharian saya. Selain kuliah, saya adalah parttimer di salah satu radio swasta di kota Solo. Saya jadi produser, kerjaannya buat script, bahan siaran, buat insert, rundown acara, dan sebagainya. Sebulan belakangan saya jadi produser tetap, dalam seminggu masuk 6 hari dan harus menghabiskan 8 jam sehari. Wajar saja, sekarang saya jadi jarang pulang dan menghabiskan waktu di kantor. Setelah pagi kuliah, kemudian sore sampai tengah malam bekerja. Sometimes i'm fell so tired but it's fun. Selain dapat uang tambahan, dapat ilmu juga.

10 things that i love to work :

1. Saya kuliah jurusan Ilmu Komunikasi, jadi ilmu dari radio bisa saya terapkan di kuliah atau sebaliknya.
2. Di radio, saya masuk malam. Jadi kantor sepi, kalau kerjaan sudah selesai saya bisa santai, baca - baca, ngerjain tugas kuliah, bahkan internetan sampai bosan.
3. Ada tivi flat di radio, kadang kalo tengah malam ada teman yang bawa PS, bisa maen game dengan tivi layar lebar.
4. Di ruang PS, ada komputer dengan spek sound yang lumayan. Jadi bisa liat film atau denger CD - CD / mp3 kesukaan.
5. Ada toilet dan kamar mandi yang nyaman. Mandi atau eek bisa lah disitu.
6. Kalo pas ga ada penyiar, saya bisa siaran dengan sesuka hati. cuma pake kolor kadang juga pernah.
7. Suasana kerja yang enak, dengan teman - teman yang menyenangkan tentunya.
8. Referensi musik jadi lumayan nambah lah.
9. Dimana lagi kita bisa kerja dengan kolor atau cuma pake kaos doang, ga selamanya kerja kantoran harus rapi.
10. Kalo saya benar - benar capek, saya bisa tidur.

Well, cukup menyenangkan dengan kondisi seperti ini. Semoga semua berjalan lancar.
Thanks God !

ps : photos taken by Kak Odod in the middle of night at radio.

Selasa, 09 Desember 2008

Kematian

Ya, saya ingin menulis kematian. Kematian adalah awal dari sebuah akhir kehidupan. Baru saja saya dan Nona Tria melayat salah satu teman, gitaris dari Sporadic Bliss (band grunge/post rock Solo). Dia dipanggil dalam usia yang masih muda sekitar 28 tahun. Tanpa sakit yang terlalu berat dan lama, intinya kalau sudah waktunya pasti dipanggil juga. Sepertinya kita pun sudah masuk dalam list, daftar urutan siapa yang akan dipanggil olehNya.

Takut tidak takut, siap tidak siap, kita akan bertemu dengan kematian. Suatu saat ditengah perjalanan dari radio kerumah saya terbayang - bayang akan kematian saya. Karena memang suasananya mendukung sekali, bayangkan jam 1 pagi di jalanan yang sepi dan dingin, sepertinya hanya ada saya, motor, jalan, dan Tuhan. Waktu itu kantuk menggantung teramat sangat, dan saya sempat goyah. Jadi, dalam suatu tikungan yang jalannya searah yang seharusnya belum saya lewati saya malah melintasinya dengan setengah sadar, kontan saja mobil dari arah berlawan membunyikan klakson sekencang -kencangnya. Beruntung, saya langsung sadar dan banting setang. Jadi tabrakan bisa terhindar dan saya selamat dari kematian. Sehabis itu pikiran saya langsung kemana - mana, saya benar - benar takut. Karena sejujurnya saya memang belum siap.

Jadi, kapanpun dalam waktu apapun sebenarnya kita harus siap dengan kematian. Karena kematian adalah awal dari sebuah kehilangan, bahkan seseorang yang tidak percaya Tuhan sekalipun pasti akan merasa sangat kehilangan apabila salah satu dari orang yang dicintainya menghadapi kematian. Dia kemudian akan mencari Tuhannya dan bertanya kenapa orang yang dicintainya diambil darinya.

Jadi, siapkan diri saja untuk merasa kehilangan. Bisa kehilangan diri sendiri atau kehilangan orang lain. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah. Amien .


Rabu, 03 Desember 2008

Saya tidak takut mimpi !

Yeah, saya memang tidak takut mimpi karena yang saya alami adalah mimpi basah. Jadi saya memilih untuk menikmatinya.Hahaha, ini hanya bualan saja.

Oke, kembali ke niatan saya menulis soal mimpi. Mimpi yang saya maksud adalah harapan yang selalu kita bayangkan. sebagai manusia kita memang tidak seharusnya takut bermimpi. Membangun mimpi adalah hal terindah, mimpi adalah konsep dasar sebuah harapan. Jadi, tidak ada salahnya kita memanjakan imajinasi lewat mimpi.Mengembangkan cita - cita dan harapan yang belum sempat tergapai adalah hal yang menyenangkan.

Cerita pribadi saya, kebetulan saya dari keluarga yang biasa saja dan tidak mampu membiayai kuliah di PTS (Perguruan Tinggi Swasta). Tahun pertama lulus SMA saya tidak lolos SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru), masih dengan usaha yang pas - pasan ditahun kedua saya gagal lagi SPMB. 2 tahun tersebut saya tidak menganggur begitu saja, ketika harus bekerja sabetan kanan kiri saya masih bermimpi untuk kuliah. Karena pendidikan bagi saya itu penting. Akhirnya dengan segala daya dan upaya serta bantuan mantan pacar saya, akhirnya mimpi untuk kuliah terkabulkan. Saya lolos SPMB dan diterima di universitas idaman saya. Wow, sangat bersyukur dan mulai dari titik itu saya tidak takut bermimpi.

Serpihan-serpihan harapan mulai terajut perlahan. Di sela - sela kuliah pun saya bisa bekerja di bidang yang benar - benar saya suka. Inilah mimpi yang sedikit demi sedikit terwujud. Dan masih banyak mimpi yang selalu saya imajinasikan dan akan saya jadikan sebagai pijakan. Mimpi adalah fondasi dasar sebuah harapan, karena memang semua berawal dari mimpi. Jangan pernah takut mimpi !