Jumat, 2009 Juli 10

Balance

Keseimbangan ! Kata ini sedang berputar di otak saya. Seorang kawan lama, mengirim message kepada saya :

Hey 'ma brada..
He he he, b'anjak nakal kah dirimu?!
m0ga tu sma krn km pengen k'seimbangan dlm hdp'mu, bkn krn s'0rang cewe. Jgn biarkan mereka bangga bs m'b0atmu seperti itu,pr0ud me!?
Tunggu k'datangan q, mari m'gila b'sama..
Best reggard, fr0m hell with fuckin' yeach..

Hha, Nakal ? Entahlah. Saya tidak tau bertambah nakal atau tidak. Cuma memang ada kebiasaan dosa yang bertambah. Kalau saya lihat jauh dari urusan dosa dan agama. Keseimbangan duniawi memang yang saya cari. Saya bisa jadi jahat ataupun bisa jadi baik. Seperti malaikat yang selalu beradu dengan setan. Dan memang bukan karena wanita, dosa yang saya lakukan murni dibawah pikiran sadar saya. Saya tahu apa yang saya lakukan, dan saya tahu kapan saya harus berhenti.

Kembali ke kata keseimbangan, kata ini mengandung banyak muatan. Hitam dan putih, baik dan buruk, surga dan neraka, yin dan yan, atau masih banyak lagi. Saat ini saya bosan menjadi orang baik atau bahkan orang yang buruk. Saya bosan menjadi hitam atau menjadi putih saja. Karena bagi saya dan orang lain yang sependapat, hidup dalam satu sisi itu monoton dan membosankan. Orang baik tidak selalu baik, orang jahat tidak selalu jahat.

Mengenai dosa dan pahala, Allah pasti menciptakan dua hal tadi dengan perhitungan yang sangat matang. Tinggal kita memilih yang mana yang kita prioritaskan. Selebihnya saya tidak berani bahas di sini. Tapi, suatu saat saya akan berani membahas dosa dan pahala. Kenapa belum sekarang? karena saya masih bingung saya berada di mana. Antara hitam atau putih. Tapi sejauh ini saya enjoy, saya akan menjalani dua sisi yang berbeda tadi.

Seimbang menurut saya, tidak selalu adil. Adil adalah sesuatu yang pas/cukup pada takarannya. Dosa dan pahala yang sama besarnya tidak akan membawa kita ke surga. Anggap saja dosa secukupnya dan pahala yang berlimpah yang akan menyelamatkan kita. Hitam dan putih yang beradu, selalu saja menjadi abu-abu. Dan tinggal pilih saja, mana yang akan menyelamatkan kita.

Dan kemanakah arah hidup saya nanti, tolong beri tahu sesudah ini !

Selasa, 2009 Juli 07

JEALOUSY

Aku cemburu kau liburan, sedang aku bekerja.
Kau cemburu aku menghasilkan uang, sedang kau meminta.
Aku cemburu kau bercinta, sedang aku sendirian.
Kau cemburu aku bahagia sendiri, sedang kau ribut dengan orang yang kau sayangi.

Aku cemburu kau tidur lelap, sedang aku terjaga dalam gelap.
Kau cemburu aku selalu tanggap, sedang kau selalu gagap.

Aku cemburu kau pemikat gadis, sedang aku seorang pesimis.
Aku cemburu kau berhasil menghamili gadis, sedang aku menahan pipis.
Kau cemburu aku tak perlu membeli susu, sedang kau membeli dengan menggerutu.
Kau cemburu aku masih bisa memacu, sedang kau sudah lemas membiru.

Dunia kita berbeda
Kecemburuan selalu ada

Kamis, 2009 Juni 04

Saya suka bulan Juni


Setelah kemarin, menulis note yang sangat melancholic dan dramatic dengan judul JUNE. Saya semakin menyadari kalo saya suka bulan Juni. Entah kenapa, tidak ada alasan kuat dan logis tentang bulan ini. Tidak ada tanggal atau hari yang spesial bagi saya, entah ulang tahun, hari jadian, atau hari apapun dari siapapun. Saya hanya suka dengan bulan Juni, dan menaruh harapan saya akan mendapatkan sesuatu dari bulan ini.

Juni ini saya mengawalinya dengan sakit,tepar terbaring di kamar. Tidak terlalu parah memang, cuma karena kondisi cuaca, kelelahan, dan psikis yang banyak pikiran. Tapi sempat harus ke dokter untuk diberi obat biar masa penyembuhan tidak memakan waktu lama. Dan sejauh ini saya merasa kembali sehat, dan siap menghajar semua akitivitas kembali.

Oya, ada sebuah band asal California dengan nama UNTIL JUNE yang cukup menyita perhatian saya. Meski hanya single THIS CITY yang saya tahu, tetapi lagu mereka cukup mewakili perasaan saya bulan Juni ini.

coba perhatikan liriknya :

Until June - This City

Sleep quiet, lock the doors
and stay the night.
bomb shells and broken hearts fall far from sight
lights flashing far above me as i lay
i never thought my life would end this way.

so take me away from here,
the time is here
a life all spent with you is closing in
it's all i can see
when i'm lost, oh

put out the fire
and pretend to dream.
this city's sleepless but it's far from me.

so take me away from here,
the time is here
a life all spent with you is closing in
sorry lord i've lived my life away from you
soon i'll wake up standing there with you
it's all i can see
when i'm lost, oh
[ This City Lyrics on http://www.lyricsmania.com/ ]

Memang terkesan sangat mellow, jauh dari playlist saya yang biasanya menyimak metal, deathmetal, atau rock yang lain. Tetapi saya jujur, saya sedang dalam kondisi 'melancholic' bulan ini. Kalo boleh di bilang i'm tired, lonely, and empty. Tapi hidup tetap harus berjalan, semangat tak boleh meradang. Tetap berusaha menjadi pria sebenarnya, walau tak akan sempurna. Intinya semoga bulan ini saya akan berjaya !

Juni, setiap guratan kata mengandung makna. Saya adalah makna dalam setiap kata.

June

June oh June, i'm sick.
June, please be my dear.
June, i'm lonely tonight.
June, i'm crying loud and loud.

June oh June, please don't be my tears.
June, until june i waiting for you.
June, please you walk with me.
June, feed my heart, feel my hand.

June oh June, how i suppossed to do?
June, don't make me confused and refused.
June oh June, please care to me.
June, take me away from this pain.

June, love my heart ! i will love you too.

Selasa, 2009 Mei 12

Saya berusia 22, dan mau jadi apa saya ??


Hari ini Selasa, 12 Mei 2009. Tepat saya memperingati hari kelahiran. Banyak ucapan dari teman-teman dan saudara via sms, telpon, mau facebook yang sangat menyejukkan hati saya. Bahkan, ayah saya yang notabennya tidak pernah memberi sms saya, sempat mengirim ucapan via sms. Thanks dad ! bagi duitnya dong !! :)

Menurut saya hari ulang tahun ini seperti hari yang lain, cuma bedanya hari yang menandai kelahiran saya. Menurut agama jatah hidup saya berkurang satu tahun. Apapun itu berkurang atau bertambah saya sangat mensyukurinya. Semua hanyalah tanda, tanda kalau kita lahir, tanda kalau kita hidup, tanda kalau kita bersyukur. Dan kita bisa memperingatinya kapanpun, tidak hanya di hari ulang tahun saja.

Dan hari berjalan seperti biasa, tidak masuk kuliah tapi masuk kerja di radio. Meskipun dikerjain habis2an di radio. Tapi saya tidak merasa tersiksa, saya BAHAGIA. Hari ini, besok, atau hari-hari sebelumnya saya harus bahagia. Cuma yang saya pikirkan mau jadi apa saya di usia ini. Saya tidak akan memaksa diri ini menjadi apa, cukup menjalani dan berimprovisasi di setiap sendi kehidupan saya. Membiarkan semua yang baik dan buruk berjalan berdampingan layaknya surga dan neraka yang letaknya sejajar dengan langit dan bumi.

Terima kasih kepada Sang Pencipta dan segala alam semesta raya. Semoga semua selalu berbahagia.

Senin, 2009 April 27

Penyembah Mesin Absensi

Sedikit curhatan di sela-sela pekerjaan yang tidak terlalu menumpuk. Mulai awal tahun ini, kantor tempat saya bekerja menggunakan sistem finger print untuk absensi kehadiran karyawan. Alasannya ingin meningkatkan tingkat kedisiplinan karyawan. Saya setuju ! Tetapi sekarang saya bagaikan penyembah mesin absensi, terbirit-birit berangkat ke kantor hanya untuk datang tepat waktu. Terburu-buru hanya untuk menghindari potongan gaji atau menghindari SP dari HRD. Padahal sesa

Parahnya yang terjadi pada diri saya, saya seorang pekerja yang juga mahasiswa dengan domisili rumah yang cukup jauh dan kegiatan di kampus yang seabrek, yang tentu saja menyita banyak waktu. Jujur saja sangat berat untuk mengatur waktu dan tenaga. Tapi apalah daya, saya hanya seorang buruh. Hanya bisa menjalani sistem yang ada, kalau melawan saya akan di lempar.

Sejauh ini, ada perubahan sih absensi saya dari bulan kemarin. Mengingat potongan gaji kemarin yang cukup membuat saya mengerutkan dahi dan membatalkan rencana beli kaos (lagi). Saya jadi lebih rajin, tapi kenapa saya merasa tidak nyaman ya? Saya merasa "fake" dalam pekerjaan. Buru-buru datang hanya untuk sebuah absensi. Apa ya? seperti hanya sebuah tanda saja. Jadi pekerjaan kita hanya dilihat dari absensi saja, bukan dari apa yang kita kerjakan.

Aneh bukan? atau hanya saya saja yang merasa aneh? Seolah-olah saya bekerja hanya untuk sebuah absensi. Ya saya penyembah mesin absensi. Karena meskipun saya datang dan bekerja, tetapi jika tidak tertera absen saya. Saya tidak akan mendapatkan upah. Semoga saja mesin itu tidak error atau rusak, karena kasian pekerja yang bekerja mati-matian dan ternyata mesin itu tidak sejalan. Karena mesin hanyalah buatan manusia, manusia saja bisa error apalagi buatannya.

Viva la KAUM BURUH PENYEMBAH MESIN ABSENSI !!

Jumat, 2009 April 24

T2 Dalam Sebuah Perjalanan

Ini cerita akhir minggu kemarin, kami dari T2 (Tomi-Tya) melakukan perjalanan ke kota Malang. Tujuannya ikut workshop "Jangan Takut Bikin Film" yang diadain sama Societo UB (Univ Brawijaya) dan sekalian jalan-jalanlah. Berwisata !. Dengan budget yang minim kita nekat berangkat, hanya ada satu tujuan menghilangkan penat. "Low budget traveling" istilah tepatnya.

Jumat, 17 April 09
Dari terminal Tirtonadi Bus dari Solo-Malang rencananya berangkat sekitar jam 21.00 atau 21.30, dan ternyata kita harus menunggu dengan obrolan2 ga penting sampai jam 22.30 bus baru berangkat. Padahal saya sudah berada di terminal sejak jam 20.30, cukup berbusa juga saya menghabiskan obrolan dengan Tya.

Dalam sesi obrolan kita, Tya berkelakar "inget tom, kita bakal tiga hari barengan ampe bosen dah lo liat gw, muntah-muntah dah lo"
Hahaha, saya menjawab goblok "tiga hari untuk selamanya ya".

Dalam perjalanan berangkat, kita kayak orang berantem. Begitu duduk di bus, malah dengerin mp3 masing-masing, dan akhirnya terlelap tidur.

Sabtu, 18 April 09
Sekitar jam 4.30 pagi, bus udah nympe kota Malang di Terminal Arjosari dan saya dapati Tya membeku. Akhirnya teh anget melumerkan tubuhnya. Kita di jemput Pency (teman saya) dan anak2 Societo naik mobil. Dianterlah kita ke sebuah rumah tua, dengan plakat depan "DIJUAL, HUB. XXX". Rumahnya nyaman sih, tapi kamar mandinya yang klasik dan berdebu cukup seram bagi seorang wanita. Saya mah, cuek-cuek saja, kalo Tya harus nahan pup ampe 2 hari.

Sempat tidur sebentar, akhirnya jam 10.30 WIB kita menuju Samantha Krida UB buat nonton film dan ikut workshopnya. Sarapan di kampus UB dengan ayam goreng dan es degan cukup mengganjal. Dari siang ampe malam jam 21.00 WIB kita hanya berkutat di UB. Dan malamnya kita di ajak nongkrong sama anak2 KINE UMM dan KINNE UPN SURABAYA buat nongkrong di SOB yang punya menu spesial STMJ. Banyak obrolan di sana, dan Tya yang mengantuk udah mulai ga nyambung buat di ajak ngobrol. Akhirnya kita balik ke rumah inap jam 01.00 WIB, bermalamlah kita di sana bersama Pency dan salah satu teman dari Societo.

Minggu, 19 April 09
Kita bangun sekitar jam10.00 WIB, mandi dan berberes untuk jalan-jalan. Dian anak Societo berbaik hati memberikan kita sarapan sate ayam, hmmm yummy. Rencananya mau ke Batu, tapi apa daya mendung menggantung dan kita hanya bisa bermain-main keliling UB dan Kota Malang. Oya, siang itu Tya akhirnya bisa pup di kost salah satu anak UB. Lama banget katanya, yang nungguin aja ampe ketiduran. Habis makan siang Mie Pangsit, si Agung anak HomeBand ngajakin liat pameran Lomo anak-anak MAMOGRAPH (Malang Lomograph). Dan sekalian diajakin diskusi soal lomo, padahal niatnya ga ikutan. Tapi it's ok, orang-orangnya asik kok.

Sorenya kita jalan ke Alun-Alun Malang ditemani rintihan gerimis hujan. Makan jagung bakar dan ngobrol ringan bareng Pency dan Agung. Dan jam 18.30 kita menuju terminal Arjosari buat bus keberangkatan jam 19.00. Nunggu bentar akhirnya bus berangkat jam 19.30, dan hanya satu di otak kita "kembali ke rutinitas di Solo". Mental kita sangat dipermainkan di dalam bus.

Tya ngomong "Malam terakhir tom, ga tidur yo"
Saya mah gampang aja menjawab "boleh, sapa takut?"

Akhirnya kita ngobrol panjang lebar sambil dengerin MP4 Tya, satu headset dua telinga. Playlistnya mulai dari Maliq, Saosin, Tompi, Vertical Horizon (kebetulan band ini kita sama2 suka), dll. Sampai di Ngawi, bus berhenti buat makan malam. Rencana kita cuma mau pipis, karena emang cukup mahal makan di situ. Tapi apa daya, perut sudah meraung-raung. Makanlah kita di sana. Habis makan, kita dengan percaya diri naik ke dalam bus bernama HANDOYO, berwarna Orange, berstiker EURO 2009.

Dalam hati saya berkata "perasaan salah bus dah, kok orang-orangnya beda"

Dan memang benar, kita salah masuk bus. Bus dengan nama, warna, stiker yang sama berjajar bersebelahan.

"Anjrit ! salah bis Tom" kata Tya.

Dan turunlah kita dengan cekikikan, tai beudz dah ! Pindah bus yang benar, lanjut ngobrol dan akhirnya tertidur.

Senin, 20 April 09
Dini hari sekitar jam 01.00 WIB, saya dibangunin pak Kondektur. Turunlah kita di Terminal Tirtonadi. Tujuan berikutnya adalah Solo Radio, karena motor saya tinggal di situ. Dari terminal ke Solo Radio, kita jalan kaki. Saya pikir dekat, ternyata jalan harus makan waktu 30 menit.

Tya langsung naik pitam, "Anjing lo Tom! ini tu jauh banget tengah malem pula. Habis ini gw ga bakal percaya sama lo"

Saya hanya bisa tersenyum, dan maap sewaktu berjalan kaki itu saya kentut berkali-kali. Tambah jengkel dah Tya sama saya. Sudahlah, akhirnya Tya saya antar ke kost jam 02.00 WIB. Kita pulang, tidur, dan hari Senin melanjutkan rutinitas seperti biasa.

Sampai jumpa di perjalanan T2 yang lainnya. Viva la low budget traveling !! tunggu foto-fotonya beberapa waktu lagi.